ASKEP gastritis
TINJAUAN
PUSTAKA
2.1
Anatomi Fisiologi Lambung
2.1.1
Pengertian
Lambung adalah bagian dari saluran yang dapat
mengembang paling banyak terutama di daerah epigaster, lambung terdiri dari
bagian atas fundus uteri berhubungan dengan esofogus melalui orifisium pilorik,
terletak dibawah diagfragma di depan pankreas dan limpa, menempel di sebelah
kiri fundus uteri.
2.1.2
Anatomi
dan Fisiologi
a. ke kanan sampai ke pylorus inferior. Ligamentum
gastrolienalis terbentang dari bagian atas kurvatura mayor sampai ke limpa.
b. Osteum kardiakum, merupakan tempat dimana esofogus
bagian abdomen masuk ke lambung. Pada bagian ini terdapat orifisium pilorik.
2.1.1 Fungsi
Lambung
a. Menampung makanan, menghancurkan dan menghaluskan
makanan oleh peristaltik lambung dan getah lambung.
b. Getah cerna lambung yang dihasilkan :
1. Pepsin fungsinya, memecah putih telur menjadi asam
amino (albumin dan pepton).
2. Asam garam (HCL) fungsinya, mengasamkan makanan,
sebagai antiseptik dan desinfektan, dan membuat suasana asam pada pepsinogen
sehingga menjadi pepsin.
3. Renin fungsinya, sebagai ragi yang membekukan susu dan
membentuk kasein dari kasinogen (kasinogen pada protein susu).
4. Lapisan lambung : jumlahnya sedikit memecah lemak
menjadi asam lemak yang merangsang sekresi getah lambung.
(Anatomi Fisiologi untuk Siswa
Perawat, Edisi 2, EGC 1997 : 77-78).
2.2. Konsep Gastritis
2.2.1. Pengertian
Gastritis
Gastritis adalah
proses inflamasi pada lapisan mukosa dan submucosa lambung. Adanya infiltrasi
sel-sel radang pada daerah tersebut. (Ilmu Penyakit Dalam FKUI 2001, Hal :
127).
Gastritis adalah segala radang
mucosa lambung (Ilmu Bedah, EGC 2004,
Hal : 555).
Gastritis adalah peradangan pada lapisan lambung (www. Medicastore.com, 1 Februari 2007)
Gastristis atau tukak
lambung sering dikenal sebagai ‘sakit
maag” yakni proses inflamasi/peradangan,
iritasi dan infeksi pada mukosa ( jaringan lunak ) lambung.
Lambung merupakan tempat
berkumpulnya makanan dan cairan yang telah dikunyah kemudian digiling kembali menjadi
bentuk yang lebih kecil dan disalurkan ke usus dua belas jari, bagian awal dari
usus kecil (www.Suara Merdeka.com).
Penyakit maag, atau yang dikenal sebagai gastritis dalam dunia medis, merupakan
salah satu penyakit pada lambung.
2.2.2.Ada banyak klasifikasi dari gastristis
beberapa klasifikasi gastristis yaitu :
a.
Gastritis erosif, hemarogik, dan gastropati, keluhan
yang timbul berupa nyeri uluhati yang seperti terbakar dan nyeri. Keluhan lain
berupa mual, muntah, diare, bahkan bisa muntah darah. Penyebab antara lain
obat-obatan (aspirin, NSAID), alkohol dan bahan korosif lain, trauma langsung
pada lambung (laser diatermi), kelainan pembuluh darah pada lambung, luka
akibat operasi lambung, dan yang tidak diketahui penyebabnya. Pada pemeriksaan
terdapat nyeri tekan pada daerah lambung (perut kiri atas) dan daerah uluhati.
b.
Gastritis spesifik, keluhan yang timbul adalah nyeri
pada daerah uluhati (anoreksia), keluhan lain berupa mual dan bisa muntah. Pada
pemeriksaan bisa terdapat nyeri tekan pada daerah uluhati, atau bisa pula pada
seluruh perut, tanpa tegangnya otot perut. Penyebabnya antara lain : infeksi
(bakteri, virus, jamur, parasit dan nematodo) bagian dari penyakit saluran
pencernaan lain (misal penyakit crohn) bagian dari penyakit sistemik (misalnya
sarkoidosis). Bila disebabkan oleh infeksi/toksin biasanya sering disertai
diare, nyeri perut yang hilang timbul, panas badan, menggigil, dan kejang otot.
c.
Gastritis kronis-non erosif non spesifik, keluhannya
tidak spesifik, berupa perasaan tidak enak pada uluhati yang terkadang disertai
mual, muntah, perasaan penuh di uluhati pada penderita biasanya juga ada
riwayat keluhan serupa yang sering timbul, dan pola makan yang tidak teratur. Pada pemeriksaan terdapat nyeri
tekan pada daerah uluhati penyebabnya antara lain infeksi (khususnya
helicobacter pylori) gastropati reaktif, autoimun (pada anemia perniciosa) dan
tumor pada lambung. Faktor kejiwaan, stres biasanya juga berperan dalam timbulnya
serangan ulang pada penyakit ini.
Didasarkan pada manifestasi klinik, gastritis dapat dibagi
menjadi dua yaitu gastritis akut dan kronik :
1.
Gastritis akut
Gastritis (inflamasi akut mukosa lambung) sering
akibat diet yang sembrono (Buku Ajar keperawatan Medikal Bedah Brunner
and Suddarth, EGC, 2001 Hal : 1062)
Salah satu bentuk
Gastritis akut yang manifestasi klinisnya dapat berbentuk penyakit berat adalah
Gastritis erosif dan Gastritis hemoragik. Disebut hemoragik karena pada penyakit ini akan
dijumpai perdarahan mukosa lambung dalam berbagai derajat dan terjadi erosi yang berarti hilangnya
kontinuitas mukosa lambung pada beberapa tempat, menyertai inflamasi pada
mukosa lambung tersebut (Ilmu Penyakit
dalam FKUI, 2001 Hal : 127).
a.
Etiologi
1.
Obat analgetik
antiinflamasi terutama aspirin
2.
Bahan kimia misalnya lysol
3.
Merokok
4.
Alkohol
5.
Stres fisik yang disebabkan oleh luka bakar, sepsis,
trauma, pembedahan, gagal pernapasan, gagal ginjal, kerusakan susunan saraf
pusat
6.
Refluks usus lambung
7.
Endotoksin
8.
Makan terlalu banyak
9.
Makan terlalu cepat
10. Makan
makanan yang terlalu berbumbu atau mengandung mikrooganisme, dan terapi
radiasi.
b.
Patofisiologi
Membran mucosa
lambung menjadi edema dan hiperemik (kongesti dengan jaringan, cairan dan
darah) dan mengalami erosi superfisial, bagian ini mengsekresi sejumlah getah
lambung, yang mengandung sangat sedikit asam tetapi banyak mukus. Ulserasi
superfisial dapat terjadi dan dapat menimbulkan hemoragi. Pasien dapat
mengalami ketidaknyamanan, sakit kepala, mulas, mual, dan anoreksia, sering
disertai dengan muntah dan cegukan. Beberapa pasien asimtomatik. (Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner
and Sudarth vol. 2, EGC, 2001, Hal : 1062).
PATOFISIOLOGI
Makanan yang merangsang
/ Bakteri
H.Pylory Alkohol
Refluks empedu