Senin, 07 Desember 2015

askep gastriti

ASKEP gastritis


TINJAUAN PUSTAKA
2.1    Anatomi Fisiologi Lambung
2.1.1        Pengertian
Lambung adalah bagian dari saluran yang dapat mengembang paling banyak terutama di daerah epigaster, lambung terdiri dari bagian atas fundus uteri berhubungan dengan esofogus melalui orifisium pilorik, terletak dibawah diagfragma di depan pankreas dan limpa, menempel di sebelah kiri fundus uteri.
2.1.2        Anatomi dan Fisiologi
a. ke kanan sampai ke pylorus inferior. Ligamentum gastrolienalis terbentang dari bagian atas kurvatura mayor sampai ke limpa.
b. Osteum kardiakum, merupakan tempat dimana esofogus bagian abdomen masuk ke lambung. Pada bagian ini terdapat orifisium pilorik.
2.1.1 Fungsi Lambung
a. Menampung makanan, menghancurkan dan menghaluskan makanan oleh peristaltik lambung dan getah lambung.
b. Getah cerna lambung yang dihasilkan :
1. Pepsin fungsinya, memecah putih telur menjadi asam amino (albumin dan pepton).
2. Asam garam (HCL) fungsinya, mengasamkan makanan, sebagai antiseptik dan desinfektan, dan membuat suasana asam pada pepsinogen sehingga menjadi pepsin.
3. Renin fungsinya, sebagai ragi yang membekukan susu dan membentuk kasein dari kasinogen (kasinogen pada protein susu).
4. Lapisan lambung : jumlahnya sedikit memecah lemak menjadi asam lemak yang merangsang sekresi getah lambung.
(Anatomi Fisiologi untuk Siswa Perawat, Edisi 2, EGC 1997 : 77-78).
2.2.   Konsep Gastritis
2.2.1.  Pengertian Gastritis
  Gastritis adalah proses inflamasi pada lapisan mukosa dan submucosa lambung. Adanya infiltrasi sel-sel radang pada daerah tersebut.  (Ilmu Penyakit Dalam FKUI 2001, Hal : 127).
 Gastritis adalah segala radang mucosa lambung (Ilmu Bedah, EGC 2004, Hal : 555).
Gastritis adalah peradangan pada lapisan lambung (www. Medicastore.com, 1 Februari 2007) 
 Gastristis atau tukak lambung  sering dikenal sebagai ‘sakit maag” yakni proses  inflamasi/peradangan, iritasi dan infeksi pada mukosa ( jaringan lunak )  lambung.  Lambung  merupakan  tempat  berkumpulnya makanan dan cairan yang telah dikunyah kemudian digiling kembali menjadi bentuk yang lebih kecil dan disalurkan ke usus dua belas jari, bagian awal dari usus kecil (www.Suara Merdeka.com). Penyakit maag, atau yang dikenal sebagai gastritis dalam dunia medis, merupakan salah satu penyakit pada lambung.
2.2.2.Ada banyak klasifikasi dari gastristis beberapa klasifikasi gastristis   yaitu :
a.       Gastritis erosif, hemarogik, dan gastropati, keluhan yang timbul berupa nyeri uluhati yang seperti terbakar dan nyeri. Keluhan lain berupa mual, muntah, diare, bahkan bisa muntah darah. Penyebab antara lain obat-obatan (aspirin, NSAID), alkohol dan bahan korosif lain, trauma langsung pada lambung (laser diatermi), kelainan pembuluh darah pada lambung, luka akibat operasi lambung, dan yang tidak diketahui penyebabnya. Pada pemeriksaan terdapat nyeri tekan pada daerah lambung (perut kiri atas) dan daerah uluhati.
b.      Gastritis spesifik, keluhan yang timbul adalah nyeri pada daerah uluhati (anoreksia), keluhan lain berupa mual dan bisa muntah. Pada pemeriksaan bisa terdapat nyeri tekan pada daerah uluhati, atau bisa pula pada seluruh perut, tanpa tegangnya otot perut. Penyebabnya antara lain : infeksi (bakteri, virus, jamur, parasit dan nematodo) bagian dari penyakit saluran pencernaan lain (misal penyakit crohn) bagian dari penyakit sistemik (misalnya sarkoidosis). Bila disebabkan oleh infeksi/toksin biasanya sering disertai diare, nyeri perut yang hilang timbul, panas badan, menggigil, dan kejang otot.
c.       Gastritis kronis-non erosif non spesifik, keluhannya tidak spesifik, berupa perasaan tidak enak pada uluhati yang terkadang disertai mual, muntah, perasaan penuh di uluhati pada penderita biasanya juga ada riwayat keluhan serupa yang sering timbul, dan pola makan yang tidak  teratur. Pada pemeriksaan terdapat nyeri tekan pada daerah uluhati penyebabnya antara lain infeksi (khususnya helicobacter pylori) gastropati reaktif, autoimun (pada anemia perniciosa) dan tumor pada lambung. Faktor kejiwaan, stres biasanya juga berperan dalam timbulnya serangan ulang pada penyakit ini.
Didasarkan pada manifestasi klinik, gastritis dapat dibagi menjadi dua yaitu gastritis akut dan kronik :
1.      Gastritis akut
     Gastritis  (inflamasi akut mukosa lambung) sering akibat  diet yang sembrono (Buku Ajar keperawatan Medikal Bedah Brunner and Suddarth, EGC, 2001 Hal : 1062)
     Salah satu bentuk Gastritis akut yang manifestasi klinisnya dapat berbentuk penyakit berat adalah Gastritis erosif dan Gastritis hemoragik. Disebut  hemoragik karena pada penyakit ini akan dijumpai perdarahan mukosa lambung dalam berbagai derajat  dan terjadi erosi yang berarti hilangnya kontinuitas mukosa lambung pada beberapa tempat, menyertai inflamasi pada mukosa lambung tersebut (Ilmu Penyakit dalam FKUI, 2001 Hal : 127).
a.       Etiologi
1.      Obat  analgetik antiinflamasi terutama aspirin
2.      Bahan kimia misalnya lysol
3.      Merokok
4.      Alkohol
5.      Stres fisik yang disebabkan oleh luka bakar, sepsis, trauma, pembedahan, gagal pernapasan, gagal ginjal, kerusakan susunan saraf pusat
6.      Refluks usus lambung
7.      Endotoksin
8.      Makan terlalu banyak
9.      Makan terlalu cepat
10.  Makan makanan yang terlalu berbumbu atau mengandung mikrooganisme, dan terapi radiasi.
b.      Patofisiologi
     Membran mucosa lambung menjadi edema dan hiperemik (kongesti dengan jaringan, cairan dan darah) dan mengalami erosi superfisial, bagian ini mengsekresi sejumlah getah lambung, yang mengandung sangat sedikit asam tetapi banyak mukus. Ulserasi superfisial dapat  terjadi  dan dapat menimbulkan hemoragi. Pasien dapat mengalami ketidaknyamanan, sakit kepala, mulas, mual, dan anoreksia, sering disertai dengan muntah dan cegukan. Beberapa pasien asimtomatik. (Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner and Sudarth vol. 2, EGC, 2001, Hal : 1062).
PATOFISIOLOGI
Makanan yang merangsang /                                     Bakteri H.Pylory                         Alkohol             
                Refluks empedu
             Asam                                                                                                              Aspirin
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar